SALAM TOBASA " DARI KITA, UNTUK KITA SEMUA "

SALAM TOBASA  " DARI KITA, UNTUK KITA SEMUA "
<<<<< INFO JELAS - LANGSUNG TINGGALKAN PESAN >>>>>

Selasa, 28 September 2010

Pantai Olele di Bone, Gorontalo jadi Wisata Ecotourisme.

SUWAWA -Kabupaten Bone Bolango memiliki berbagai potensi kelautan yang dapat dijadikan kawasan objek wisata.  Diantaranya "Pantai Olele" yang memiliki berbagai biota laut yang dapat dikembangkan menjadi model objek wisata bahari (ekotourisme) yang bisa mendatangkan wisatawan.
Pengembangan yang dimaksud yaitu menjadikan Pantai Olele objek wisata yang memiliki berbagai penyediaan fasilitas yang menunjang. “ Seperti penyediaan fasilitas kegiatan Fun Diving dan Scientific Diving,” ujarnya sambil mengatakan, dengan tersedianya alat selam tersebut, maka sendirinya dapat memberikan pendapatan dengan cara disewakan. 

Di Pantai Olele juga dapat dibangun:
  • shelter dan pondok wisata untuk keperluan rest stay and home stay, 
  • kapal fiber untuk keperluan angkutan laut coral reef ground, 
  • snorkling dan manta tow dengan penyewaan alat snorkling, 
  • serta pengisian tabung selam dengan menggunakan dive compressor. 

Kesemuanya ini diupayakan dapat memberikan dinamika lebih dalam rangka peningkatan PAD dari Pantai Olele, selain itu juga dilanjutkan Ichsan adapun sumber daya manusia pengelola KKLD Olele ini adalah staf dinas sendiri yang berinisiasi dengan masyarakat local  (dewan kemitraan tingkat desa) yang memiliki kemampuan manajemen dan tehnis konservasi yang handal,”tandasnya. Dirinya juga mengatakan, kiranya pengelolaan ini dapat segera dilaksanakan serta akan mendapatkan legitimasi pengelolaan melalui Peraturan Bupati.
“Hingga saat ini draft tentang aturan main pengelolaannya terus dirampungkan,” ujarnya dan menambahkan, besar harapan dukungan moril dan kebijakan dari berbagai pihak dan stakeholder yang merasa berkompoten serta memliki jiwa enterpreunership guna membangun daerah ini dengan memberikan solusi yang inovatif untuk meningkatkan PAD.

http://www.gorontaloprov.go.id/berita-gorontalo/24-pariwisata/326-pantai-olele.html

Menkanlut Programkan "Sail Lombok-Sumbawa" 2012.

Menteri Perikanan dan Kelautan (Menkanlut) Fadel Muhamad memprogramkan "Sail Lombok-Sumbawa 2012" sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan sektor pariwisata di wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Pada 2012 NTB yang mendapat giliran, yakni `Sail Lombok Sumbawa`," kata Fadel usai panen mutiara berkualitas produk Lombok bersama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, di Senggigi. Panen mutiara itu merupakan bagian dari kegiatan "Lombok Sumbawa Pearl Festival 2010" yang dipusatkan di Hotel Sentosa, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. 

Fadel mengatakan Kementerian Perikanan dan Kelautan (Kemkanlut) terus melaksanakan kegiatan "sail" (berlayar) secara berkelanjutan setiap tahun anggaran. Pada 2009 digelar "Sail Bunaken" di Provinsi Sulawesi Utara dan tahun 2010 dijadwalkan di Maluku yang dikenal dengan "Sail Banda". Tahun 2011 berpindah ke daerah lain, dan NTB mendapat giliran tahun 2012 yakni "Sail Lombok Sumbawa". 

"Itu komitmen kami dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata demi kesuksesan `Visit Indonesia Year`," ujar mantan Gubernur Gorontalo itu. Gubernur NTB KH.M. Zainul Madji mengatakan pihaknya akan terus berbenah agar pada saatnya nanti dapat melaksanakan "Sail Lombok Sumbawa 2012" sesuai harapan semua pihak. 

Upaya penataan infrastruktur pendukung pariwisata akan terus dilakukan, demikian pula fasilitas pendukung seperti listrik, air bersih dan sarana telekomunikasi. "Selain menjadi tuan rumah `Sail Lombok Sumbawa 2012`, NTB juga siap menjadi penyelenggara Forum Rumput Laut Internasional pada 2012," ujar Majdi.

http://www.antaranews.com/berita/1273148287/menkanlut-programkan-sail-lombok-sumbawa-2012

Senin, 27 September 2010

Komodo Makin Dekat Peroleh Predikat "Keajaiban Dunia"

http://www.new7wonders.com/en/

Panitia nasional pemenangan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban alam dunia alias "New Seven Wonders of Nature" segera dibentuk.


Sejumlah institusi yang diharapkan dapat terkonsolidasi dalam satu kepanitiaan nasional di antaranya Kemenbudpar, Kementerian Kehutanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Lingkungan Hidup.


(http://djavalatte.blogspot.com/)
"Memenangkan Komodo hanya dapat dilakukan secara bersama-sama, bukan tanggung jawab Kemenbudpar saja,"


Untuk dapat menempatkan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu pemenang dan menjadi keajaiban dunia baru versi alam membutuhkan sekurang-kurangnya 200 juta voter dalam polling new 7 wonders of nature.

Sementara jumlah pengguna internet aktif di Indonesia hanya berkisar 25 juta orang. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan peran aktif masyarakat dari luar negeri untuk turut serta menjadi VOTER Komodo. AYO PILIH SEKARANG !!!


"Kita bisa mengupayakan China atau Jepang untuk menjadi pendukung Komodo, tetapi untuk itu kita perlu bersinergi dengan lembaga dan institusi lain," katanya.

Ada banyak keuntungan yang dapat diraih dengan menjadi keajaiban dunia baru, di antaranya Pulau Komodo berkesempatan menjadi IKON Indonesia di mata dunia internasional.Itu belum termasuk manfaat yang dapat dipetik dari sisi pariwisata.


Indonesia dapat menampilkan sekaligus menyajikan destinasi pariwisata yang memiliki kekhususan.
Taman Nasional Komodo sukses menjadi finalis dalam polling mengenai new 7 wonders of nature yang diselenggarakan sebuah lembaga swasta dunia pada Agustus 2009 lalu.

Komodo menyisihkan ratusan pesaingnya dan kini harus memulai kompetisi lanjutan untuk mendapatkan predikat new 7 wonders of nature. Rencananya, pengumuman pemenang keajaiban dunia baru akan dilaksanakan pada 2011. 

AYO DUKUNG TERUS "PULAU KOMODO" untuk menjadi new7wonders yang baru, bersama KITA BISA !!! :-) AJAK TEMAN, SODARA, OM, TANTE, PACAR...SEMUANYA YAA...

http://www.antaranews.com/berita/1267341250/komodo-makin-dekat-peroleh-predikat-keajaiban-dunia

Pulau Rupat Jadi Ikon Andalan Pariwisata Nasional


PEKANBARU: Potensi kepariwisataan yang dimiliki "Pulau Rupat" tidak perlu diragukan lagi. Hal ini membuat Pemprov Riau semakin serius mengembangkan pulau yang berada di perairan Selat Melaka tersebut.

Salah satunya dengan akan membentuk Badan Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan (BKPP) untuk pengembangan Pulau Rupat. Jika badan ini sudah terbentuk, maka nantinya seluruh pemerintah kabupaten/kota di Riau akan dilibatkan.
Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau, Joni Irwan kepada wartawan di Pekanbaru mengatakan, Pulau Rupat sudah ditetapkan menjadi salah satu ikon pariwisata nasional 2010. Ini disebabkan keindahan alam Pulau Rupat akan mampu menarik wisatawan.
"Tahun ini Pulau Rupat, khususnya Rupat Utara memang sudah ditetapkan menjadi ikon andalan pariwisata nasional oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Nasional," ungkap Joni Irwan lagi. Di Rupat Utara ini terdapat pantai yang sangat indah dan menawan.(ak)

http://www.riau.go.id/index.php?mod=isi&id_news=10511

Pakaian Perkawinan Adat, Bisa Menjadi Idiom Promosi Indonesia.


Pakaian adat perkawinan Sunda dan Bali tampil memikat pada Wedding Festival Kultour10, yang berlangsung di gedung pusat budaya kota Sint Niklaas yang megah, Belgia.


 (Pakaian Adat Batak-Sumatera)
Partisipasi Indonesia pada festival ini, selain sebagai langkah memperluas jangkauan promosi pariwisata, juga dimaksudkan untuk menyambut diresmikannya Pusat Budaya Indonesia di Brussels sehari sebelumnya. Lembaga pusat budaya di Eropa yang mengelola berbagai kegiatan seni-budaya, kesenian dan pariwisata.  Demikian antara lain dikemukakan  Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema dalam sambutannya. 

 (Pakaian Adat Banjar-Kalimantan)
Tidak hanya musik dan tarian Indonesia, prosesi dan pakaian perkawinan adat juga menjadi daya tarik luar biasa.  Atribut gaun pengantin adat Sunda dan Bali yang masing-masing unik dan colorful, memang tampil beda di tengah parade gaun  budaya Eropa Tengah (seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan), Rumania, Bulgaria, Kolombia, Yaman, Maroko, China dan bahkan Jepang. Demikian tambah PLE Priatna, Minister Counselor Pensosbud/Diplik di tengah suasana parade berlangsung. Tampak hadir para perancang busana kondang dari Belgia, outlet wedding fashion, pengusaha pakaian perkawinan dan masyarakat luas tidak hanya dari Belgia tapi juga Belanda.
(Pakaian Adat Bugis-Sulawesi)
Alunan suling-degung Sunda dan gamelan Bali mengiringi parade gaun pengantin adat memukau decak kagum para tamu ke alam Indonesia. “Gaun pengantin adat dan prosesi perkawinan adat pun dapat menjadi satu elemen budaya penting bagi promosi Indonesia di manca negara, sehingga mereka semakin mengenal keragaman dan kedalaman tradisi serta adat yang kita miliki,”  imbuh PLE Priatna, meyakinkan upaya promosi aktif yang dilakukan.
(Pakaian Adat Irian Jaya)
Hingga akhir Maret ini, diluar kegiatan workshop disana-sini, KBRI Brussel telah menjadi tamu kehormatan dalam Charleroi Expo, Festival Laetere di Stavelot dan membuka Pusat Budaya Indonesia di Brussel. Bermodal grup gamelan Bali binaan KBRI, para penari semi-professional tarian Bali, muli betanggai hingga saman dari Aceh, menjadi outreach tidak hanya untuk promosi tapi juga pembentukan lembaga pusat budaya. (Sumber: KBRI Brussels).

Bandung Tuan Rumah Forum Pariwisata Asia 2012.


Kota Bandung menjadi tuan rumah Forum Pariwisata Asia atau Asian Tourism Forum ke-10 Tahun 2012 setelah Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung memenangkan penawaran (bidding) menjadi tuan rumah pertemuan para pemangku kepentingan kepariwisataan negara-negara Asia itu.

Asian Tourism Forum (ATF) merupakan ajang bergengsi tempat bertemunya institusi pendidikan pariwisata, pemerintah dan para pembuat kebijakan tentang kepariwisataan di negara-negara Asia.
Penetapan STP Bandung menjadi tuan rumah ATF ke-10 tahun 2010 itu dilakukan oleh para peserta ATP ke-9 di Kota Hualien Taiwan. ATF merupakan pertemuan kepariwisataan dua tahunan, selain negara-negara Asia juga diikuti Australia, Belgia, Belanda dan beberapa negara lainnya.
Dalam pertemuan itu dibahas tentang perkembangan kepariwisataan, pendidikan kepariwisataan serta dampak ekonomi dari pariwisata. Sebagai tuan rumah ATF, Jawa Barat, mendapat keuntungan secara ekonomis maupun akademis. Forum ini menjadi ajang promosi wisata yang efektif.

Biasanya peserta ATF berjumlah 250 hingga 300 orang perwakilan dari 40 negara. Pihaknya sendiri menyatakan akan melakukan persiapan semaksimal mungkin, termasuk mempersiapkan paket-paket promosi wisata. Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, H Herdiwan Iing Suranta menyatakan, siap mendukung kegiatan ATF ke-10 tahun 2012 di Kota Bandung itu. 

"Ini merupakan sebuah kepercayaan dunia pariwisata internasional kepada institusi pendidikan pariwisata yang ada di Jawa Barat, Jabar siap mendukung kegiatan itu termasuk mengambil nilai plus dari kegiatan itu," kata Herdiwan. 

Jawa Barat yang memiliki segudang potensi wisata membutuhkan promosi yang lebih luas lagi. Selain itu pihaknya juga akan meningkatkan promosi baik di dalam maupun di luar negeri dengan memperkenalkan potensi-potensi wisata yang sudah populer maupun yang belum dikenal secara luas.

http://www.antaranews.com/berita/1273759780/bandung-tuan-rumah-forum-pariwisata-asia-2012

Bali, Pulau Terbaik versi "Travel and Leisure"

(Gbr.deplu.go.id)

'Bali' memang tetap menjadi ikon pariwisata Indonesia. Di tengah upaya Pemerintah mengejar target 7 juta wisatawan mancanegara, majalah wisata terkemuka yang berbasis di New York, Travel+Leisure, menganugerahkan penghargaan "World Best Island in Asia 2010" kepada Pulau Dewata.
Penyerahan penghargaan disampaikan dalam acara "World's Best Award 2010" di New York, Rabu sore (21/7).  Hotel Four Seasons Resort di Jimbaran Bali juga mendapat penghargaan untuk kategori "World Best Hotel Spas in Asia 2010". 

Penghargaan dalam berbagai kategori juga diberikan kepada sekitar 100 penerima award dari seluruh belahan dunia untuk. Konsul Pensosbud Fuad Adriansyah hadir mewakili KJRI New York untuk menerima penghargaan bagi Bali sebagai "Best Island in Asia 2010".  Penghargaan diserahkan langsung oleh Nancy Novogrod, Editor in Chief Majalah Travel+Leisure, dan Mr. Jean Paul Kyrillos, Publisher Majalah Travel+Leisure. 

Penentuan peraih penghargaan tahunan ini diperoleh melalui hasil survey selama periode 15 Desember 2009 hingga 31 Maret 2010 terhadap pengalaman berwisata pembaca majalah Travel+Leisure berdasarkan beberapa kriteria. Bali memenuhi kriteria sebagai: Pulau Terbaik karena: 
  • keadaan alamnya yang menarik secara merata (baik wilayah pegunungan maupun pantainya), 
  • obyek-obyek wisata yang beragam dan tersebar, 
  • ketersediaan restoran/makanan  (internasional maupun lokal) dan
  • masyarakatnya yang dinilai ramah serta bersahabat.
Selain kategori Pulau Terbaik dan Hotel Spa Terbaik, beberapa kategori pemenang lainnya, seperti  kota terbaik, hotel terbaik, destination spa terbaik, golf resort terbaik, cruise lines, airlines, hingga agen tempat penyewaan mobil terbaik.  Beberapa kategori tersebut masih terbagi kedalam regional-regional, seperti Amerika dan Kanada, Eropa, Asia, Australia/Selandia Baru/Pasifik Selatan, Karibia, dan Amerika Tengah/Selatan.
Dalam siaran pers KJRI New York, Fuad menyampaikan bahwa keberhasilan Bali untuk kesekian kalinya memperoleh predikat sebagai pulau terbaik tentu perlu disambut dengan baik. Hal ini untuk memacu industri wisata di Bali dan yang lebih penting, menurutnya, adalah industri wisata di seluruh Indonesia secara lebih luas.

“Keberhasilan ini tentu juga akan dimanfaatkan oleh KJRI New York sebagai modal untuk terus mempromosikan pariwisata Bali dan Indonesia secara umum kepada publik AS,” tambahnya. (sumber: KJRI New York).